Kamis, 07 Oktober 2010

Between 2 Love (Chapter 10 : The Lost sister)

Sepulang sekolah, Suna langsung menyalakan Laptopnya dan menulis novelnya. Dia benar-benar sedang mod menulis, impiannya menjadi seorang novelis ingin sekali cepat terwujud. Meski dia masih bersekolah, tidak ada salahnya anak sekolah menulis novel bukan? Suna tak ingin impiannya menjadi novelis tertunda hanya karena umur. Lagi pula dia masih pemula dan harus banyak belajar, jadi dimaklumi saja.

Suna melirik kea rah jam, tak disadarinya sudah 3jam berlalu semenjak dia menulis. Tangannya pegal sekali, belum lagi dia harus mengetiknya dan menyerahkannya ke pusat. Membubtuhkan waktu yang lama. Meski pun novelnya diminati teman-teman di dunia maya, Suna belum yakin novelnya bisa diminati di dunia nyata.

“Lalu nanti, Earl akan memeluk Victoria dibawah salju yang sedang turun” katanya sambil menulis Novelnya.

Tak lama, suara ponselnya berdering. Telpon dari kakaknya. Sudah hampir sebulan dia tidak pulang.

Suna mengangkat telpon dari kakaknya itu dan mengarahkannya ke telinga

“Halo” katanya

“Suna? Kau bisa menjemputku tidak?” Tanya kakaknya

“Apa? Kakak kemana?” Tanya Suna

“Aku sibuk akhir-akhir ini. Maaf waktu itu aku berjanji menginap 1 hari, tapi karena tiba-tiba dosen memberi tugas lagi, makanya aku pergi ke luar kota mencari sesuatu. Maaf nggak bilang-bilang. Sekarang kau bisa menjemputku? Dibandara. Ok? Sampai jumpa” jelas kakaknya dan langsung menutup telponnya

Suna belum berbicara banyak. Kakaknya memang menyebalkan, selalu saja melakukan hal yang membuatnya langsung sebal setengah mati padanya. Jika sudah bertemu dengan kakaknya nanti, Suna ingin sekali memukulnya lalu marah-marah nggak jelas!



Getrin pergi kebandara menjemput adiknya pulang dari Jepang. Seperti dugaannya, sulit mencari adiknya yang sering hilang-hilangan.

“Dasar, kau ini… kemana saja sih? Aku sampai kewalahan mencarimu!” gerutu Getrin sebal.

Adiknya hanya senyum-senyum melihat kakaknya. Getrin mengangkat alisnya lalu pergi membeli minum untuknya. Tepat pada saat itu, Getrin melihat seorang gadis yang mungkin saja pernah ditemuinya. Getrin mencoba menghampiri gadis itu. Ternyata dia tidak salah, itu Suna sahabatnya!

“Suna!” tegur Getrin sambil melambai-lambaikan tangannya dikerumunan orang banyak.

Suna melirik ke arah suara tersebut. Dia merasa pernah mendengar suara itu. Suna melihat sekelilingnya dan mendapati Getrin berada di belakangnya sedang melambai-lambaikan tangannya. Suna langsung berlari kearah Getrin sambil tersenggal-senggal.

“Kau sedang apa disini?” Tanya Getrin

“Menjemput kakak, habis melayap dari rumah dan nggak pulang 3 hari” balas Suna sebal sambil melipat tangannya.

“Kau sendiri sedang apa?” Tanya Suna

“Menjemput Sumi, kau tau,’kan dia baru saja pulang dari Jepang?” balas Getrin

Suna menangguk. Kemudian dia buru-buru meninggalkan Getrin karena kakaknya menunggunya. Getrin tidak membiarkan Suna sendirian, jadi dia menemaninya menemui kakaknya. Suna tersenyum senang lalu dia dengan Getrin pergi mencari kakaknya.



Kak Getrin lama… pikir Sumi yang duduk tenang di bangku yang ada di bandara
Aku ingin mencarinya, mungkin saja dia ada masalah sambung Sumi lalu pergi mencari kakaknya.

Sumi tau kakaknya menyuruhnya untuk tinggal disitu, tetapi Sumi bosan karena kakaknya tidak datang-datang, jadi dia terpaksa mencarinya. Sumi pergi mencari kakaknya mengelilingi bandara, entah kakaknya sadar atau tidak, Sumi tetap saja mencarinya karena dia paling tidak suka menunggu…

Kakak dimana, ya..? Apa jangan-jangan tersesat? Tanya Sumi sambil melirik kesana-sini
Tanpa Sumi sadari, sudah 2 jam berlalu semenjak dia mencari kakaknya. Sekarang dia tidak tau ada dimana. Sumi pun berlari tanpa arah, mencari tempat yang ramai dengan orang-orang karena dia takut sendirian.

Kemana jalan kembali…? Sumi panik setengah mati, kuatir kakaknya sudah meninggalkannya dibandara sendirian. Sumi lalu mencoba menghubungi kakaknya, tetapi dia ingat kalau dia tidak menyimpan nomor kakaknya di ponselnya. Yang dia simpan hanyalah nomor rumah saja. Sumi lalu menelpon rumahnya, setelah tersambung Sumi langsung bertanya pada seseorang yang mengangkat telepon apakah kakaknya ada disana

“Halo? Ini Sumi, sekarang aku tersesat dibandara, apa disana ada kakak?” tanya Sumi panik

“Sumi! Kau sudah pulang? Kenapa nggak kabar-kabar?” tanya seseorang ditelepon tanpa memberi jawaban atas pertanyaaan Sumi

Sumi terdiam sejenak sambil berpikir, entah kenapa dia kenal suara ini… Hm… Ah iya! Ini kan Shelley sepupunya. Ternyata dia ada dirumahnya! Sedang apa dia?

“Ini Shelley-chan, ya? Apa kabar? Iya, maaf nggak kabar-kabar, kemarin aku sibuk sekali sampai-sampai aku baru saja pagi tadi menghubungi kakak” kata Sumi tersenyum sampai lupa apa maksud tujuannya menelpon ke rumah

“Oh, nggak apa-apa kok! Aku tau betapa sibuknya dirimu Sumi”

“Ngomong-ngomong, kenapa kau ada dirumahku Shelley-chan?”

“Iya, aku menginap seminggu disini, besok pulang. Soalnya aku ada tugas penting”

“Oh”

“Oya, tadi kau ingin menyampaikan apa?”

Sumi mengerutkan kening. Dia lalu berpikir sejenak sampai-sampai dia merasa ada meteorit jatuh ke kepalanya dan baru ingat apa yang ingin dikatakannya.

“Shelley-chan, kak Getrin ada dirumah tidak?” tanya Sumi nggak sabaran

“Nggak, memangnya kenapa?” tanya Shelley sambil menggaruk-garuk kepalanya

“Kalau kak Getrin ada dirumah, tolong hubungi aku, ya! Arigatou”

Sumi langsung menutup telponnya dan kembali mencari kakaknya. Dia pergi kesana-sini tetapi tidak menemukan kakaknya. Kemana dia?

“Kakak kemana sih…?” tanya Sumi yang mulai meneteskan air matanya

Sesaat, ada seseorang yang menegur Sumi, ketika Sumi melirik ke arah suara itu. Suaranya suara perempuan, dia sudah tidak berharap kalau orang itu adalah kakaknya, tetapi ternyata orang asing yang sepertinya dia kenali…

“Hi Sumi” katanya sambil melambai-lambaikan tangannya dan tersenyum pada Sumi

Sumi hanya diam tidak merespon sapaannya. Sumi pun semakin lama semakin mundur dan menjauhi wanita. wanita nggak mengerti apa maksud Sumi menjauhinya, dia pun tersenyum.

“Kau lupa siapa aku, ya?” tanyanya

Sumi mengangguk, bahkan mungkin dia tidak kenal siapa orang itu, meski warna matanya tak asing baginya.

“Ini aku Seirei” katanya

Sumi tetap diam. Dia berharap bisa kabur sekarang, wanita itu benar-benar memiliki mata yang membuatnya takut. Sumi ingin kakaknya datang sekarang, dia ingin kabur tetapi tidak bisa. kakinya sudah tidak mau bergerak, seperti lumpuh. Tetapi kakinya masih bisa menopang tubuhnya yang membawa tas besar.

“Kau benar-benar lupa, ya? ini aku Seirei, tante Seirei, atau bisa dibilang Rui” katanya ingin membuat Sumi ingat.

Sumi mencoba berpikir sejenak. Nama “Rui” tak asing baginya. Saat diingat-ingat, Sumi ingat kalau dia itu Tantenya! Nggak disangka sudah 3 tahun tak bertemu langsung lupa. Apa lagi dia tante kesayangannya. Duuh… apa karena dia sedang panik otaknya jadi berkerja seperti siput, ya..?

“Aku ingat! Tantu Rui, kan? Aduuh.. maaf, aku sedang panik jadi kerja otakku sedikit lamban, maaf..” kata Sumi yang menundukkan kepalanya.

Rui tersenyum, lalu mengelus-elus kepala Sumi. Sumi hanya diam, dirinya merasa imut dimata Rui.

“Tak apa. Ada apa? Sepertinya kau kelelahan sekali, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan? Mungkin bisa membuatmu sedikit relax” saran Rui

Sumi berpikir sejenak, dia ingin ikut tantenya, tetapi sekarang harus mencari kakaknya yang dimana dia tidak tau sedang berada dimana. Rui yang melihat Sumi gelisah pun, mencoba membantu meringankan bebannya.

“Ada apa? Sepertinya kau punya masalah. Mau ceritakan padaku?” tanya Rui

“Itu, aku tersesat.. Sekarang sedang mencari kakak, tetapi aku tidak tau kakak ada dimana” kata Sumi menundukkan kepalanya

“Aku mengerti, bagaimana kalau aku ikut membantumu mencari kakakmu?” tanya Rui dengan suara yang begitu lembut

Sumi tersenyum dan mengangguk senang. Sekarang Rui mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Getrin, dan mengajak Sumi untuk istirahat sejenak disebuah kafe dekat bandara. Sumi merasa lega karena ada tante Rui yang mau membantunya, dia benar-benar merasa beruntung memiliki tante yang baik sepertinya..



Getrin bingung harus mencari Sumi kemana lagi. Meski Suna dan kakaknya Yuuga sudah membantunya, tetap saja tidak ketemu

“Sama sekali nggak ada! Sumi kemana sih..?” tanya Suna cemas

“Padahal tadi aku sudah menyuruhnya untuk menunggu sebentar, tetapi aku malah terlalu lama, aku hanya kuatir jika dia diculik..” kata Getrin murung, panik jika hal itu akan terjadi.

“Kita cari sekali lagi, bagaimana?” saran Yuuga

“Nggak bisa! Kau kira aku nggak kelelahan mencarinya? Aku butuh istirahat” keluh Suna

“Dasar payah!”

“Biarin!”

Suna melirik Getrin yang merogoh saku celananya, ponsel Getrin berdering, telpon dari siapa?

“Halo?”

“Getrin,’kan? Ini aku tante Rui”

“Eh? Tante? Lama tak berjumpa. Bagaimana keadaan anda? Baik?”

“Ya, bisa dikatakan begitu. Sekarang aku sedang bersama dengan Sumi. Dia mencarimu dari tadi”

“Apa? Anda bersama Sumi? Dimana dia?”

“Sekarang dia sedang bersamaku di kafe dekat pintu kedatangan luar negri. Apa kau bisa kemari?”

“Tentu saja! Sangat bisa! saya akan segera kesana”

Getrin langsung menutup teleponnya dan mengatakan kalau Sumi berada bersama tantenya. Suna dan Yuuga merasa lebih tenang. Syukurlah Sumi nggak apa-apa. Mereka bertiga pun langsung pergi menemui Sumi di kafe, ternyata benar Sumi ada disana sedang asik minum capucino.

“Ya ampun! Anak ini di-wanted-wanted malah asik minum capucino!” gerutu Yuuga

“Kalau kalian mau akan aku belikan juga” kata Rui menawarkan dengan senyumnya.

Yuuga menggeleng. Dia tidak suka capucino, lebih suka menum coffe. Suna pun langsung duduk disamping Sumi dan minta sedikit capucino-nya. Sumi tidak mau memberikannya, Rui lalu memesan 1 capucino lagi untuk Suna. Suna pun tersenyum malu karena kuatir dianggap merepotkan, tetapi tidak, justru Rui amat sangat senang jika bisa membelikan sesuatu yang diinginkan seseorang.

“Suna-chan, kenapa bisa ada disini?” tanya Sumi sambil meminum capucino-nya

“Aku datang menjemput kakak, dia habis tugas ke luar kota” balas Suna yang melihat Sumi asik minum capucino dan nggak ingin berbagi.

Tak lama, capucino pesanan Suna datang. Suna sudah tak butuh Sumi untuk minta, tetapi kali ini malah Sumi yang minta ke Suna. Suna pun berbaik hati pada Sumi. Dia masih ingat kalau Sumi sedikit ke kanak-kanakkan. Padahal Sumi seumur dengannya dan sekarang akan bersekolah di sekolah yang sama dengannya. Suna berharap dia akan sekelas dengan Sumi. Begitu juga dengan Sumi, berharap akan sekelas dengannya.

“Suna-chan, bagaimana keadaan Syuna-chan?” tanya Sumi

“Entahlah, aku sudah lama nggak berhubungan dengannya” balas Suna murung

Ya, sudah lama tak berhubungan dengannya, semenjak kakaknya pindah sekolah akibat ulah temannya, Renna. Anak itu selalu saja menjahati Suna dan Syuna, padahal mereka berdua nggak salah apa-apa. Menyebalkan! Selalu saja mengganggu! Tetapi meskipun begitu, sekarang Renna pergi ke luar kota, kehidupan sekolah Suna pun menjadi damai, tetapi kakaknya tetap saja tidak ingin kembali kesekolah yang lama. Dia ingin berada di sekolahnya yang sekarang. Dia merasa nyaman disana.

2 komentar:

  1. EEEEEEHHHHHHMMMMMMMMMM!!!! year of us itu bukannya judul ALBUMNYA SHINEE ya suna?

    BalasHapus
  2. Iya, q suka lagunya jadi di pake aja, hahaha~ XDD

    BalasHapus