Hari ini Neyza sama sekali tidak bisa tidur. Pagi-pagi saja disekolah dia sudah tertidur di jam pelajaran pertama dan dimarahi guru 3 kali. Ada apa, ya?
“Ney, ada apa? Ngantuk, ya?” Tanya Suna sambil tersenyum pada Neyza
“Kalau tau nggak usah nanya” balasnya judes
Suna hanya diam lalu cemberut melihat Neyza. Dia lalu memukuli kepala Neyza mencoba untuk membuatnya semangat
“Kejam! Masa jawabnya judes gitu sih!? Aku,’kan lagi berbaik hati mau menghiburmu! Huh!!” kata Suna sebal yang masih memukuli kepala Neyza
“Aduh! Sakit! Hentikan ah! Iya iya, aku semangat deh!” kata Neyza yg kesakitan dipukuli Suna
“Hehehe” sambung Suna senyum
Neyza yang melihat wajah Suna senyum. Membalasnya dengan cemberut. Suna kembali memukuli Neyza sampai dia mau tersenyum. Tak lama, Getrin datang dengan membawakan Suna dan Neyza roti. Neyza hanya berpikir apakah ini rencana yg dilakukan Getrin supaya Suna menyukainya? Atau,’kah dia hanya berlagak didepan Suna supaya Suna menyukainya?
Neyza menatap wajah Getrin dengan penuh emosi. Sebaliknya Getrin juga begitu. Seakan ada kilat kebencian yg dalam diantara mereka berdua.
Suna menatap Getrin dan Neyza. Dia merasa ada yg nggak beres dengan mereka berdua. Wajahnya langsung berubah drastis menjadi murung dan mencoba kembali dan tetap tersenyum.
Neyza yang tak sengaja melihat wajah Suna murung, langsung memukul kepalanya sambil berkata..
“Ayo semangat dong!” katanya
Suna terdiam lalu tertawa melihat Neyza mengikuti apa yang barusan dilakukannya. Memang benar, jika menyuruh orang bersemangat, maka diri sendiri juga harus semangat! Getrin tersenyum melihat Suna dan Neyza akrab. Getrin lalu mencoba mengambil celah diantara Suna dan Neyza.
“Suna, sepulang sekolah nanti, kau ada acara tidak?” Tanya Getrin
“Nggak, memangnya knp?” Tanya balik Suna
Getrin tersenyum, lalu mengelus kepala Suna sambil berkata..
“Kalau gak ada waktu, dari pada pengangguran dirumah, bagaimana kalau jalan-jalan?” Tanya Getrin
“Boleh! Kemana kemana?” Tanya Suna nggak sabaran
“Terserah Suna. Suna maunya kemana?” Tanya Getrin
“Ke kuburan” selip Neyza dengan tampangnya yang seakan-akan gak setuju
Suna dan Getrin menatap Neyza yang sepertinya sebal. Suna tertawa melihat wajah Neyza yang seakan-akan sirik akan ke akrabannya dengan Getrin tadi.
‘Sepertinya Ney ngambek’ pikir Suna yg menatap Neyza sambil senyum-senyum
Neyza yang melihat Suna, bertanya padanya
“Kenapa senyum-senyum?” tanyanya sebal
Suna masih saja senyum-senyum melihat Neyza. Lalu memberi jawaban
“Kau mau ikut Ney?” Tanya Suna
“Ha?” Tanya Neyza super singkat nan gak jelas
Suna tertawa kecil dengan jawaban Neyza. Neyza yang bĂȘte pun pergi meninggalkan Suna dan Getrin. Getrin terdiam melihat Suna yang senyum-senyum melihat Neyza. Getrin lalu mengelus kepala Suna lalu menyandarkannya kebahunya.
“Kau benar-benar manis kalau sedang tersenyum, ya” katanya pada Suna
Pipi Suna memerah. Dirinya langsung saja memberi tau kalau Getrin terlalu memujinya. Getrin hanya tertawa kecil. Lalu lagi-lagi mengelus kepala Suna yang dianggapnya lucu.
Sepulang sekolah~ :D
“Suna, ayo!” kata Getrin mengulurkan tangannya
Suna menggenggam tangan Getrin lalu mereka pergi jalan-jalan. Neyza yang tak sengaja melihat Suna menggenggam tangan Getrin, merasa kalau dirinya dikalahkan hanya dalam 1hari. Dirinya menyangka kalau Getrin berhasil mendapatkan Suna sebelum dirinya.
Neyza langsung saja memata-matai Suna dan Getrin. Dirinya ingin memastikan apa benar dirinya sudah dikalahkan olhe Getrin?
Neyza memata-matai mereka berdua dengan serius. Dirinya tak sudi kalau harus kalah dari Getrin.
‘Si Getrin pake tak tik apaan sih…?’ Tanya Neyza dalam hatinya
Dirinya merasa sebal dengan Getrin juga Suna yang dengan mudahnya diajak Getrin. Terlalu polos, tetapi itulah yg membuat Neyza menyukainya.
Neyza terus-terusan memata-matai Getrin dan Suna. Ternyata mereka pergi ke sebuah toko baju gothic Lolita. Suna mencoba salah satu dari sekian banyak pakaian yang paling disukanya. Suna yang memakai baju gothic Lolita benar-benar manis! Baju gothloli warna hitam dengan renda putih dibagian daster benar-benar pantas untuknya. Getrin pun tak segan membelikan baju itu untuk Suna selagi dia cocok dan suka. Suna pun menolak, tetapi Getrin memaksa dan membuat Suna tak punya pilihan lain. Sesudah membeli baju, Getrin mengajak Suna ke tempat yang bagus. Suna mengikuti Getrin sesampainya disana, Getrin memperlihatkan Suna pemandangan yang sangat indah! Disana penuh dengan bunga, rumput yang hijau juga angin siang yang menyejukkan.
“Getrin, tempat ini luar biasa!” puji Suna
“Makasih, kebetulan aku menemukannya, jadi kupikir akan lebih baik kalau aku mengajakmu” balas Getrin
“Hehehe, aku juga harus berterima kasih untuk hari ini. Aku benar-benar senang!” kata Suna sambil tersenyum
“Tak usah di pedulikan, lagi pula akulah yang harus berterima kasih” balas Getrin
“Tapi Suna juga harus bilang makasih, soalnya udah ke enakan banget nih! Di traktir baju mahal terus diajak kesini, Suna gak pay apa-apa…” kata Suna tegang
Getrin tertawa kecil melihat Suna. Suna yang tau dilihat Getrin yg tertawa pun pipinya mulai merah. Getrin tersenyum melihat Suna lalu menyentil kecil kening Suna.
“Hahaha, kau memang lucu, ya Suna!” kata Getrin sambil tertawa
“Uh… Benar-benar deh kau Getrin..” balas Suna agak ngambek
“Maaf maaf, abis kamu lucu banget sih! Jangan ngambek dong!” balas Getrin mencoba membuat Suna senang
Suna terdiam dan masih terlihat ngambek. Getrin hanya senyum-senyum dan yakin kalau Suna hanya pura-pura ngambek
“Pura-pura,’kan?” Tanya Getrin
Ekspresi wajah Suna langsung berubah. Dia lalu langsung memukuli Getrin mencoba menahan malunya.
“Dasar kau Getrin! Benar-benar cowok yang paling ku suka!” kata Suna yg memukuli Getrin
Neyza yg mendengarnya, terdiam dan pergi. Getrin yang mendengarnya pun terdiam tak percaya dengan apa yang dikatakan Suna.
“Suna, tadi.. kau bilang apa?” Tanya Getrin
Suna hanya diam menutupi ucapannya. Dirinya tak menjawab pertanyaan Getrin dan hanya membalas..
“Ah, maaf… omonganku ke ceplosan.. maksudku, kau adalah sahabatku yang paling ku sayang begitu..” balas Suna mencoba menarik kata-katanya.
Getrin terdiam. Dia lalu tersenyum pada Suna lalu mencium kening Suna. Pipi Suna memerah, tetapi dia senang bisa bersama Getrin. Getrin pun mengantar Suna pulang. Sesampainya Suna dirumah, Suna mendapat SMS dari temannya. Suna membaca isi pesannya lalu terdiam tak bergerak sampai-sampai tak sadar kalau ponselnya terjatuh.
Suna mencoba kembali sadar. Temannya lalu menelponnya. Suna mengangkat lalu bertanya apakah SMS yang dikirimnya itu benar?
“Aku nggak bohong Suna! Percaya deh!” kata teman Suna
“Tapi nggak mungkin! Ini gak mungkin terjadi! Ney pasti baik-baik saja,’kan..?” Tanya Suna mencoba meyakinkan
“Nggak, aku berani bersumpah Suna!” kata teman Suna
“Nggak! Aku nggak percaya!! Aku nggak percaya kalau Ney kecelakaan!!”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Hmmm...
BalasHapusWaktu itu Ney bohongin Suna bilang
Getrin kecelakaan.
Nyatanya dia yg kecelakaan. Kualat kali ya?
*bacoked by Ney XD
Hee...kayaknya Suna jadi suka Ney nih?
*penasaran!
hahahaha, XDDD
BalasHapusbaca aja lanjuttannya nanti! XD
Yoosshh!!
BalasHapusKutunggu! XD
Ceritanya sudah bagus, cara penulisannya juga.
Keren! XDD
Nee...mampir ke blogku dong. Yg Khiiki ya. Ada hadiah buat kamu ^^
BalasHapusOk2 >w<
BalasHapus